Makna tauhidul asma wash-shifat (mengesakan Allah Ta’ala dalam hal nama-nama dan sifat-sifat-Nya) adalah meyakini secara mantap bahwa AllahTa’ala. menyandang seluruh sifat kesempurnaan dan suci dari segala sifat kekurangan, dan bahwa Dia berbeda dengan seluruh makhluk-Nya.
Caranya adalah dengan menetapkan (mengakui) nama-nama dan sifat-sifat Allah Ta’ala yang Dia sandangkan untuk Dirinya atau disandangkan oleh Rasulullah shallahu ‘alahi wasallam dengan tidak melakukan tahrif (pengubahan) lafazh atau maknanya, tidak ta’thil (pengabaian) yakni menyangkal seluruh atau sebagian nama dari sifat itu, tidak takyif (pengadaptasian) dengan menentukan esensi dan kondisinya, dan tidak tasybih (penyerupaan) dengan sifat-sifat makhluk.
Dari definisi di atas, jelaslah bahwa tauhidul asma wash-shifat berdiri di atas tiga asas. Barang siapa menyimpang darinya, maka ia tidak termasuk orang yang mengesakan Allah dalam hal nama dan sifat-Nya. Ketiga asas itu adalah:
1. Menyakini bahwa Allah Ta’ala Maha Suci dari kemiripan dengan makhluk dan dari segala kekurangan.
2. Mengimani seluruh nama dan sifat Allah yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah tanpa mengurangi atau menambah-nambahi dan tanpa mengubah atau mengabaikannya.
3. Menutup keinginan untuk mengetahui kaifiyyah (kondisi) sifat-sifat itu.
Continue reading