RSS
 

Archive for the ‘Aqidah’ Category

AUDIO Kaidah Penting Seputar Takfir Ust Muh Wasithoh Lc (6 Kajian)

20 Oct

Fitnah takfir (Bermudah-mudahan dalam mengafirkan) sesama muslim merupakan bahaya laten yang harus diwaspadai oleh semua pihak. Karena, cepat atau lambat ia akan menghancurkan  masyarakat muslim, dari lingkup yang paling kecil (keluarga), hingga yang paling besar (Negara). Tak heran, bila terkadang kita dikejutkan oleh sebuah fenomena; ada seorang anak yang mengafirkan ayah dan ibunya. Mengafirkan adik, kakak dan saudara-saudaranya. Bahkan mengafirkan pemerintah dan masyarakatnya. Tak berhenti sampai di situ. Ternyata sikap bermudah-mudahan dalam mengafirkan sesama muslim itu berujung pada keyakinan halalnya darah-darah mereka.

Read the rest of this entry »

 
 

AUDIO Kajian Kaidah Amal Sholih Ust Abu Qotadah Salatiga-Solo 2-3 Oktober 2011

11 Oct

Amalan shalih terwujud dengan niat yang shalih, tapi niat yang baik tidak bisa menjadikan perkara mungkar menjadi baik atau perkara bid’ah jadi sunnah, betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tapi tidak mencapainya.

Niat berhubungan dengan keikhlasan. Ikhlas untuk Allah adalah syarat diterimanya amal, karena Allah tidak menerima amalan kecuali yang paling murni dan benar, yang paling murni adalah yang ditujukan hanya untuk Allah dan yang paling benar adalah yang sesuai dengan sunnah yang shahih.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

“Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguh-nya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS: An-Nahl: 97)

Read the rest of this entry »

 
 

AUDIO Taushiyah Ramadhan : Istighfar, Hidup Bahagia, Akhir Ramadhan. Ust Aris Sugiyantoro, Ust Kholid Syamhudi Lc

27 Aug

Imam Ar-Raghib Al-Ashfahani menerangkan: Dalam istilah syara, taubat adalah meninggalkan dosa karena ke-burukannya, menyesali dosa yang telah dilakukan, berke-inginan kuat untuk tidak mengulanginya dan berusaha mela-kukan apa yang bisa diulangi (diganti). Jika keempat hal itu telah terpenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna.

Imam An-Nawawi dengan redaksionalnya sendiri menje-laskan: Para ulama berkata, Bertaubat dari setiap dosa hu-kumnya adalah wajib. Jika maksiat (dosa) itu antara hamba dengan Allah, yang tidak ada sangkut pautnya dengan hak manusia maka syaratnya ada tiga. Pertama, hendaknya ia menjauhi maksiat tersebut. Kedua, ia harus menyesali per-buatan (maksiat)nya. Ketiga, ia harus berkeinginan untuk tidak mengulanginya lagi. Jika salah satunya hilang, maka taubatnya tidak sah. Read the rest of this entry »

 
 

AUDIO Kajian Ust Firanda Andirja MA, Menumbuhkan Rasa Khauf Raja’ Hina di Hadapan Allah Ta’ala. Solo 13 Juli 2011

16 Jul

Imam Bukhari rahimahullah menamakan sebuah bab dalam kitab Al-Iman dengan Bab khaufil mu’min min an yahbatha a’maluhu wa huwa la yasy’ur, artinya “Bab takutnya seorang mu’min kalau-kalau amalannya terhapus sedang dia tidak menyadarinya”. Kemudian beliau membawakan ucapan Ibrahim At-Taimi rahimahullah secara mu’allaq. [Dan dalam kitab Tarikhnya beliau meriwayatkannya secara maushul sebagaimana dijelaskan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari juz 1 hal.136] :

Dan Ibrahim At-Taimi berkata. “Apabila saya mempertimbangkan antara ucapanku dan amalanku saya takut kalau-kalau saya termasuk seorang pendusta.”

Read the rest of this entry »

 
 

AUDIO Muhadlarah Syaikh DR Syadi Muhammad Alu Nu’man – Sikap Terhadap Pemerintah, Solo 21 Juni 2011-Terjemah

22 Jun

Beliau adalah Dr Abu Hafsh Syadi Muahammad Salim Alu An Nu’man, meraih gelar doktor dalam bidang hadits, banyak bermulazamah dengan Syaikh Abul Hasan Musthofa As Sulaimany di Markaz Darul Hadits Ma’rib Negeri Yaman. Beliau banyak menulis dalam masalah hadits dan cabanganya. Diantaranya tahqiq atas kitab At Tsiqat karya Al Hafidz Zainuddin Qosim, dan paling besar adalah Mausu’ah Imam Al Albani atau Jami’ At Turats Al Albani, mengunpulkan berbgai karya dan pendapat Imam Al Albani dalam berbagai bidang ilmu yang diambilkan dari kitab dan rekaman beliau. Kitab ini rencana disusun dalam 50(lima puluh) jilid, dan alhamdulillah sekarang telah selesai 9(sembilan) jilid. download kitab disini
Read the rest of this entry »

 

AUDIO Hidup Damai Bersama Islam Ust Abu Saad MA, Solo 19 Juni 2011

20 Jun

Rasa kasih-sayang ini menuntut kita agar memberikan nasihat kepada orang lain, berlemah- lembut kepada mereka, dan menuntut Anda agar memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertaubat kepada Allah Azza wa Jalla, kembali ke jalan Allah sebelum mereka meninggal. Rasa kasih-sayang (rahmat) ini menuntut Anda untuk memiliki rasa kepedulian (terhadap keselamatan makhluk) yang Anda ambil dari sifat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allah juga mensifati NabiNya Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sifat rahim (penyayang) itu. Allah Azza wa Jalla berfirman :

بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

(Nabi Muhammad) amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min. [at Taubah : 128].

 

Nabi kita rahim (penyayang), sebagaimana juga Rabb kita Rahim (Maha Penyayang). Akan tetapi, rahim (kasih-sayang)nya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam penghulu seluruh Bani Adam, sesuai dengan kebesaran beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sifat kemanusiaannya. Sedangkan Rahim (penyayang)nya Allah sesuai dengan keagunganNya dan kesempurnaanNya. Jadi rahmat (kasih-sayang) merupakan sifat Allah dan sifat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah dan RasulNya menginginkan agar rahmat ini menjadi nyata di muka bumi. Karena din (agama) ini merupakan din rahmat.

Allah Azza wa Jalla berfirman:

وَمَآ أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّرَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. [al Anbiya’ : 107].

Allah tidak mengatakan “ … sebagai rahmat bagi kaum Mukminin,” namun Allah mengatakan rahmat bagi seluruh alam, bukan hanya manusia; bahkan rahmat ini terasa juga pada alam lain, yaitu alam jin dan malaikat.

Selengkapnya Silahkan Simak Kajian Berikut

Islam Bersikap Pertengahan Ust Ismail Margam

 

Islam Menyebarkan Kedamaian Ust Abu Saad Nur Huda MA

 
 

AUDIO Membongkar Budaya Syirik Di Masyarakat Ust Abu Isa Abdullah, 18 Juni 2011

20 Jun

Kalau kita mau menilai seruan Islam dalam memberantas kehidupan syirik dan penganut-penganutnya serta dalam memerangi mereka sampai mereka itu patuh, dapat dibenarkankah perang demikian ini atau tidak dapat dibenarkan? Kita perlu sekali melihat peranan yang dimainkan oleh pikiran syirik ini serta tujuannya. Apabila sudah ada kata sepakat mengenai betapa besar bahayanya terhadap masyarakat manusia dalam berbagai zaman, maka pengumumam perang yang dicetuskan oleh Islam kepada mereka itu dapat sekali dibenarkan, bahkan suatu kewajiban adanya.   Tidak hanya manusia akan menyembah batu – tetapi kehidupan syirik ini juga menggambarkan sekelompok tradisi, adat-istiadat dan kebiasaan, bahkan menggambarkan suatu sistem masyarakat yang lebih berbahaya dari perbudakan, lebih berbahaya  dari segala yang dapat digambarkan oleh otak manusia di zaman ini.

Read the rest of this entry »

 
 

AUDIO Dauroh Dakwah Ke-3 Metode Dakwah Rasulullah, Solo 4-5 Juni 2011 (10 Majelis)

15 Jun

ALHAMDULILLAH, kami selesai melaksanakan Dauroh Dakwah ke-3. Bagian terakhir dari pembahasan seputar Metode dan sarana dakwah, keistimewaan dakwah salaf dan tujuan utama dalam dakwah. Bagian ini adalah bagian terpenting dan utama untuk diketahui oleh setiap dai. Karena ketika dia mengetahui banyaknya sarana dalam menyampaikan dakwah dan ilmu , maka semakin mudah dan cepat dakwahnya diterima ditenga masyarakat. Serta tidak melupakan asas dakwah ini dibangun diatas al Kitab dan as Sunnah serta bertujuan membawa manusia ke dalam hidayah dan cahaya sunnah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tatkala mengutus Mu’adz dan Abu Musa radhiyallahu ‘anhuma ke Yaman beliau berpesan kepada keduanya:

يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا وَبَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا

“Hendaklah kalian permudah dan jangan mempersulit, gembirakan mereka jangan kalian membuat mereka lari!”
Inilah metode dakwah, di dalamnya ada kemudahan, kabar gembira dan tidak ada hal yang membuat orang lari darinya. Demi Allah, tidaklah aku masuk suatu masjid kecuali aku melihat wajah mereka berseri-seri sehingga aku tidak bisa keluar dari kerumunan massa yang berebut berjabat tangan serta mendoakan kebaikan untukku. (Asy Syaikh Rabi’ bin Hadi Al Madkhali Hafidzahullah)

Read the rest of this entry »

 
 
 
Media Tarbiyyah Nabawiyyah Dakwah Islamiyyah Informasi Dunia Islam