Pelajaran Aqidah dari Surat At-Takwir

(Kemuliaan dan Keagungan Al-Qur’an)

“Sesungguhnya Al Qur’aan itu benar-benar firman (Allah yang dibawa oleh) utusan yang mulia (Jibril), yang mempunyai kekuatan, yang mempunyai kedudukan tinggi di sisi Allah yang mempunyai ‘Arsy, yang ditaati di sana (di alam malaikat) lagi dipercaya. Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah sekali-kali orang yang gila. Dan sesungguhnya Muhammad itu melihat Jibril di ufuk yang terang. Dan dia (Muhammad) bukanlah orang yang bakhil untuk menerangkan yang ghaib. Dan Al Qur’an itu bukanlah perkataan syaitan yang terkutuk, maka ke manakah kamu akan pergi? Al Qur’an itu tiada lain hanyalah peringatan bagi semesta alam, (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam.”

 

Al-Qur’an adalah petunjuk bagi umat manusia yang menginginkan kehidupan bahagia di dunia maupun akherat. Al-Qur’an berasal dari Allah. Disampaikan kepada Nabi Muhammad ﷺ melalui malaikat Jibril. Kemudian Nabi Muhammad ﷺ menyampaikannya kepada umat manusia.

 

Sehingga, ada dua perantara yang menyampaikan Al-Qur’an. Pertama adalah malaikat Jibril. Dan yang ke dua adalah Nabi Muhammad ﷺ.

 

Kemuliaan dan keagungan Al-Qur’an bisa diketahui melalui dua perantara tersebut. Yaitu malaikat Jibril dan Nabi Muhammad. Jika yang menyampaikan Al-Qur’an mulia maka Al-Qur’an juga mulia.

 

Lima Sifat Malaikat Jibril:

 

Di ayat 19 sampai 21 Allah menjelaskan tiga sifat Jibril, yang menunjukkan kemuliaan dan keistimewaannya. Sehingga pantas jika Allah memilihnya untuk menjadi penyampai wahyu Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad ﷺ. Tiga sifat itu adalah:

 

Pertama, malaikat Jibril adalah ‘utusan’ Allah dan malaikat yang mulia.

 

Maksudnya adalah malaikat Jibril diutus Allah menyampaikan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad ﷺ. Sehingga, Al-Qur’an itu datangnya dari Allah. (Dari kitab ‘At-Tafsir Al-Munir’, Dr. Wahbah Zuhaily (15/459), ‘Darul Fikri’, Dimasyq )

 

Jibril adalah malaikat ‘mulia’, maksudnya adalah malaikat Jibril mempunyai bentuk serta rupa yang sangat indah. (‘Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim’, karya Imam Ibnu Katsir (4/590), ‘Jannatul Afkar’, Mesir )

 

Ke dua, malaikat Jibril mempunyai kekuatan yang luar biasa.

 

Di beberapa kitab tafsir, disebutkan beberapa contoh kekuatan malaikat Jibril:

 

Pertama, pernah mencungkil kota kaum Nabi Luth, lalu meletakkannya di atas sayapnya, dan mengangkatnya ke atas langit. Kemudian, malaikat Jibril menjatuhkan kota tersebut ke bumi.

Ke dua, pernah melempar Iblis dengan satu kali hempasan sayapnya.

Ke tiga, pernah turun dari langit ke bumi dengan kecepatan melebihi kedipan mata. (‘Hasyiyah Ash-Shawy ‘Ala Tafsir Al-Jalalain’ (4/389),‘Al-Haramain’, Indonesia)

 

Ke tiga, malaikat Jibril mempunyai kedudukan yang tinggi.

 

Diantara buktinya adalah malaikat Jibril boleh masuk ke sebuah tempat khusus yang terhalang oleh 70 ‘hijab’ (penutup) dari cahaya. (‘Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim’, Imam Ibnu Katsir (4/590), ‘Jannatul Afkar’, Mesir)

 

Ke empat, malaikat Jibril adalah malaikat yang ditaati oleh malaikat yang lainnya.

 

Maksudnya, semua malaikat yang ada di langit tunduk dan patuh kepada malaikat Jibril, karena dia adalah pemimpinnya para malaikat. (‘At-Tafsir Al-Wadhih Al-Muyassar’, karya syaikh ‘Ali Ash-Shabuny, halaman 1534, ‘Al-Maktabah Al-‘Ashriyyah’)

 

Contohnya, malaikat Jibril pernah memerintah malaikat penjaga surga supaya membuka pintu surga, sehingga Nabi Muhammad ﷺ masuk ke dalamnya dan melihat kenikmatan surga. Ini adalah salah satu rangkaian dalam peristiwa ‘Isra’ Mi’raj’. (‘Zadul Masir’, karya Imam Ibnul Jauzi, halaman 1521, ‘Dar Ibn Hazm’, Beirut)

 

Ke lima, malaikat Jibril adalah malaikat yang dipercaya.

 

Menurut Imam Ibnu Katsir, ini adalah ‘rekomendasi’ yang sangat luar biasa dari Allah kepada malaikat Jibril. Karena Allah percaya kepadanya dalam urusan yang sangat penting ini.

 

Beberapa sifat Nabi Muhammad

 

Kemudian, Allah menyebutkan ‘utusan’ ke dua yang dipercaya menyampaikan Al-Qur’an kepada umat manusia, yaitu Nabi Muhammad ﷺ.

 

Ada beberapa sifat yang Allah sebutkan:

 

  1. Nabi Muhammad ﷺ tidak gila.

Ini adalah bantahan dari Allah kepada orang-orang musyrik yang mencela Nabi, dengan menyebutnya sebagai orang gila.

 

Di ayat ini, Allah menggunakan kata ‘temanmu’. Hikmahnya adalah mengingatkan kepada orang-orang musyrik bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah orang yang sangat mereka kenal. Karena, mereka sudah 40 tahun hidup bersama Nabi, di kota yang sama, yaitu kota Mekah. Mereka mengetahui kejujuran Nabi, garis keturunan Nabi, dan keluhuran budi pekerti Nabi. Mereka sebenarnya mengetahui bahwa Nabi tidak gila. Mereka hanya mengada-ada.

 

  1. Nabi Muhammad ﷺ pernah melihat malaikat Jibril.

Maksudnya adalah Nabi Muhammad ﷺ pernah melihat malaikat Jibril dalam wujud aslinya. Nabi melihatnya di arah terbit matahari. Saat itu malaikat Jibril terlihat sangat besar dan mempunyai 600 sayap.

 

Allah menjelaskan hal ini karena orang-orang musyrik mengatakan bahwa Nabi tidak pernah melihat Jibril. (‘Tafsir Juz ‘Amma’, Dr. Musa’id bin Sulaiman Ath-Thayyar, halaman 72, ‘Dar Ibnil Jauzi’, KSA )

 

  1. Nabi Muhammad ﷺ tidak menyembunyikan wahyu dari Allah.

Inilah yang dimaksud bahwa Nabi Muhammad tidak bakhil untuk menerangkan ‘yang ghaib’. Sesuatu yang ghaib maksudnya adalah wahyu dari Allah. Bagi kita ini adalah sesuatu yang ‘ghaib’; karena tidak terlihat oleh mata kita. Maka, Nabi Muhammad ﷺ tidak menyembunyikan sedikitpun yang disampaikan Allah kepadanya. Semua masalah agama sudah dijelaskan oleh Nabi Muhammad ﷺ.

 

Nabi bersabda:

 

إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِيٌّ قَبْلِي إِلَّا كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ، وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ

 

“Tidak ada seorang Nabi pun sebelum aku, kecuali wajib baginya menunjukkan kepada umatnya kepada kebaikan yang dia ketahui. Dan memperingatkan mereka dari keburukan yang dia ketahui…” (HR. Muslim)

 

Begitu juga Nabi Muhammad ﷺ, beliau sudah menjelaskan semua yang Allah perintahkan untuk disampaikan kepada umat.

 

Sampai-sampai hal ini diketahui orang-orang kafir ketika itu. Dan di antara mereka ada yang mengatakan kepada umat Islam, dengan ‘nada mengejek’:

 

“Aku melihat teman mu ini (maksudnya adalah Nabi Muhammad) telah menjelaskan kepada kalian segala hal, sampai-sampai masalah yang berkaitan dengan ‘buang hajat’.”

 

Maka salah seorang sahabat Nabi Muhammad menjawab dengan penuh keyakinan dan rasa bangga: “Ya.” (Riwayat Muslim)

 

Imam Nawawi rahimahullah mengatakan bahwa semua masalah yang dijelaskan Nabi Muhammad kepada umatnya adalah masalah-masalah yang berkaitan dengan agama.

 

Kesimpulan:

Yang menyampaikan Al-Qur’an dari Allah semuanya makhluk yang paling baik. Pertama, malaikat Jibril, dia adalah malaikat yang terbaik. Ke dua, Nabi Muhammad ﷺ , dia adalah manusia yang paling baik, maka Al-Quran adalah perkataan yang paling baik. Tidak ada cacatnya sedikitpun di dalamnya.

 

Allah berfirman:

 

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِالذِّكْرِ لَمَّا جَاءَهُمْ وَإِنَّهُ لَكِتَابٌ عَزِيزٌ ﴿ ٤۱ ﴾ لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ ﴿ ٤۲ ﴾

 

“Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al Qur’an ketika Al Qur’an itu datang kepada mereka, (mereka itu pasti akan celaka), dan sesungguhnya Al Qur’an itu adalah kitab yang mulia. Yang tidak datang kepadanya (Al Qur’an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (Fushshilat: 41-42)

 

Wallahu a’lam

Fajri NS

 

Download PDF