ADAB PENUNTUT ILMU KEPADA MASYARAKAT

ADAB PENUNTUT ILMU KEPADA MASYARAKAT

Seorang penuntut ilmu yang hidupnya penuh keberkahan adalah ketika ilmunya bermanfaat dan bisamemberikan manfaat bagi orang banyak, dan itulah sebaik baik manusia. Sebagaimana Rasulullahsholallahu alaihi wa sallam telah bersabda :

(خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ)

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

Salah satu tanda ilmu yang berkah dan bermanfaat adalah yang membawa kepada akhlak yang mulia, terlebih akhlak mulia kepada masyarakat sekitar, yang kita senantiasa bergaul dengan mereka. Sehingga sangat penting untuk dipahami bagaimanakah bermuamalah yang baik dengan masyarakat. Berikut adalah beberapa adab dan akhlak seorang penuntut ilmu dengan masyarakat sekitarnya.

1. Menebar salam kepada masyarakat.

Seorang penuntut ilmu sejati adalah yang berusaha terdepan dalam menebarkan salam kepada setiapmuslim yang ditemuinya, bahkan itu adalah hak seorang muslim yang seharusnya kita perhatikan. Sebagaimana dalam hadits dari Abu Hurairah radhiyallahuanhu, Rasulullah Shallallahualaihi wasallam bersabda,

(حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ (. قِيلَ مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ ) إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَااسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ ).

Hak muslim pada muslim yang lain ada enam.” Lalu ada yang menanyakan, ”Apa saja keenam halitu?” Lantas beliau shallallahualaihi wa sallam bersabda, ”(1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam padanya, (2) Apabila engkau diundang, penuhilah undangannya, (3) Apabilaengkau dimintai nasehat, berilah nasehat padanya, (4) Apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkanyarhamukallah’), (5) Apabila dia sakit, jenguklah dia, dan (6) Apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya(sampai ke pemakaman).” (HR. Muslim no. 2162)

Imam Bukhari membawakan dalam kitab shohihnya Bab ‘Mengucapkan salam kepada orang yang dikenal maupun tidak dikenal’. Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bahwasanya ada seseorang yang bertanyapada Nabi Shallallahualaihi wa sallam, 

(أَىُّ الإِسْلاَمِ خَيْرٌ ؟ قَالَ : ( تُطْعِمُ الطَّعَامَ ، وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ ، وَعَلَى مَنْ لَمْ تَعْرِفْ).

Amalan Islam apa yang paling baik?Beliau shallallahualaihi wa sallam lantas menjawab, “Memberi makan (kepada orang yang butuh) dan mengucapkan salam kepada orang yang engkaukenali dan kepada orang yang tidak engkau kenali.  (HR. Bukhari no. 6236).

Nabi shallallahualaihi wa sallam juga bersabda:

(لاَ تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا وَلاَ تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا. أَوَلاَ أَدُلُّكُمْ عَلَى شَىْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ أَفْشُوا السَّلاَمَ بَيْنَكُمْ)

Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan pada kalian suatu amalan yang jika kalian melakukannyakalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim no. 54).

Dari ‘Amar bin Yasir, beliau mengatakan:

(ثَلاَثٌ مَنْ جَمَعَهُنَّ فَقَدْ جَمَعَ الإِيمَانَ, الإِنْصَافُ مِنْ نَفْسِكَ ، وَبَذْلُ السَّلاَمِ لِلْعَالَمِ ، وَالإِنْفَاقُ مِنَ الإِقْتَارِ)

Tiga perkara yang apabila seseorang memiliki ketiga-tiganya, maka akan sempurna imannya: [1] bersikap adil pada diri sendiri, [2] mengucapkan salam pada setiap orang, dan [3] berinfak ketikakondisi pas-pasan. ” (Diriwayatkan oleh Bukhari secara mu’allaq yaitu tanpa sanad. Syaikh Al Albani dalam Al Iman mengatakan bahwa hadits ini shohih).

Ibnu Hajar mengatakan, “Memulai mengucapkan salam menunjukkan akhlaq yang mulia, tawadhu’ (rendah diri), tidak merendahkan orang lain, juga akan timbul kesatuan dan rasa cinta sesamamuslim.” (Fathul Bari, 1/46).

2. Bertemu masyarakat dengan wajah senyum dan ceria.

Dari Abu Dzar radhiyallahuanhu, dia berkata, Rasulullah shallallahualaihi wa sallam bersabda,

(تَبَسُّمُكَ فِى وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ)

Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu. HR at-Tirmidzi (no. 1956), dan dinyatakan hasan oleh at-Tirmidzi dan Syaikh al-Albani dalam “ash-Shahihah” (no. 572).

Menampakkan wajah manis di hadapan seorang muslim akan menyebabkan hatinya merasa senang, gembira dan bahagia, inilah sebuah kebaikan dan amal sholeh yang utama.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

أَفْضَلُ الأَعْمَالِ أَنْ تُدْخِلَ عَلَى أَخِيْكَ المُؤْمِنِ سُرُوْرَا

Sebaik-baik amal Shalih adalah agar engkau memasukkan kegembiraan kepada saudaramu yang beriman. (HR.Ibnu Abi Dunya, Jamiush Shaghir no. 1096).

Sehingga kita tidak boleh meremehkan sebuah amal kebaikan sedikit pun juga, bisa jadi itulah yang akan membawa kepada pintupintu kebaikan yang banyak. Rasulullah Shallallahu’alaihiWasallam bersabda:

وَلاَ تَحْقِرَنَّ شَيْئًا مِنَ الْمَعْرُوفِ وَأَنْ تُكَلِّمَ أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنَ الْمَعْرُوفِ

Janganlah meremehkan kebaikan sedikit pun walau hanya berbicara kepada saudaramu denganwajah yang tersenyum kepadanya. Amalan tersebut adalah bagian dari kebajikan.” (HR. Abu Daudno. 4084 dan Tirmidzi no. 2722, Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa hadits ini shahih).

3. Menolong dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

Manusia sebagai makhluk sosial tidak bisa hidup sendirian di dunia ini tanpa bantuan orang lain. Sehingga saling menolong adalah sebuah keharusan dan upaya untuk memperoleh pertolongan dan kemudahan dari Allah Ta’ala.

Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

(مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ)

Barang siapa yang memudahkan urusan orang beriman dari satu kesulitan dari beberapa kesulitandi dunia, maka Allah akan memudahkan satu kesulitan dari beberapa kesulitan di akhirat.” ( HR.Muslim).

(وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ)

Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam juga bersabda: “Allah akan menolong hamba selama hambamenolong saudaranya.” (HR. Muslim).

 Bahkan menolong saudara muslim lebih baik daripada beri’tikaf sebulan penuh pada bulanramadhan di masjid nabawi. Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

Aku berjalan untuk memenuhi satu kebutuhan seorang muslim lebih aku sukai dari pada akuberi’tikaf sebulan pada bulan ramadhan di masjid Nabawi.” (HR. AthThabrani, no : 861, Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan).

4. Menjenguk masyarakat yang sedang sakit.

Menjenguk saudara muslim yang sakit merupakan akhlak mulia yang menunjukkan kepeduliankepada sesama, dan suatu bentuk memenuhi hak seorang muslim yang akan dibalas dengan pahalayang besar.

Rasulullah Shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

(إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ).

Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk makaditurunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluhribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabilamenjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmathingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad shahih).

Tsauban radhiyallahu anhu mengabarkan bahwa Nabi Sholallahu alaihi wa sallam bersabda:

(إِنَّ الْمُسْلِمَ إِذَا عَادَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ لَمْ يَزَلْ فِي خُرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ).

Sesungguhnya seorang muslim bila menjenguk saudaranya sesama muslim maka ia terus menerusberada di taman surga hingga ia pulang (kembali).” (HR. Muslim no. 6498).

5. Berprasangka baik kepada masyarakat.

Tatkala bertemu sebagian masyarakat terkadang ada suatu ucapan dan tingkah laku yang membuatkita bertanyatanya, mengapa dia berbuat yang demikian ? . Sehingga terbetik dalam hatiprasangka buruk kepada sesama saudara muslim.

Rasulullah sholallahu alaihi wa sallam memberikan sebuah nasehat dalam sebuah sabdanya:

(إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَاِنَّ الظَّنَّ اَكْذَبُ الْحَدِيث ،وَلاَ تَحَسَّسُوا وَلاَ تَجَسَّسُوْا وَلاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا). (رواه البخارى).

Artinya: “Jauhilah sifat berprasangka karena sifat berprasangka itu adalah sedusta-dustapembicaraan. Dan janganlah kamu mencari kesalahan, memata-matai, janganlah kamu salingmendengki, janganlah kamu saling membelakangi dan janganlah kamu saling membenci. Dan hendaklah kalian semua menjadi hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Bukhori).

Imam Ahmad telah meriwayatkan dalam az-Zuhd, dan diriwayatkan juga oleh selainnya, bahwa‘Umar pernah memberikan nasihat:

لاَ تَظُنَّنَّ بِكَلِمَةٍ خَرَجَتْ مِنْ أَخِيْكَ سُوْءً وَأَنْتَ تَجِدُ لَهَا فِي الْخَيْرِ مَحْمَلاً

Janganlah sekali-kali engkau menyangka dengan prasangka yang buruk terhadap sebuah kalimatyang keluar dari (mulut) saudaramu, padahal kalimat tersebut masih bisa engkau bawakan pada (makna) yang baik.”

Abu Qilabah Abdullah bin Yazid Al-Jurmi berkata :Apabila ada berita tentang tindakan saudaramuyang tidak kamu sukai, maka berusaha keraslah mancarikan alasan untuknya. Apabila kamu tidakmendapatkan alasan untuknya, maka katakanlah kepada dirimu sendiri, “Saya kira saudaraku itumempunyai alasan yang tepat sehingga melakukan perbuatan tersebut”.( Al-Hilyah : II/285).

Semoga kita diberikan taufik untuk senantiasa berakhlak mulia kepada masyarakat. Aamiin.

Hanif BS

Download PDF