Tazkiyah memiliki makna tersendiri yaitu menyucikan, menyucikan diri seseorang dari perbuatan-perbuatan yang tidak mencerminkan budi pekerti yang mulia dan menyucikan hati seseorang dari hal-hal yang dapat menimbulkan kerasnya hati yang ditimbulkan oleh berbagai macam kemaksiatan yang telah dikerjakan. Dengan mempelajari Tazkiyatun Nufus, hati akan terasa tentram, nyaman, aman dan bersih. Yang mana, tidaklah seseorang akan selamat pada hari kiamat kelak, kecuali orang–orang yang diberikan oleh Allah –azza wa jalla- hati yang bersih hati yang salim, hati yang selamat dari fitnah–fitnah, Syubhat-syubhat (kerancuan berpikir), dan syahwat-syahwat.
AUDIO Kajian Tazkiyyah Nafs Ust Abu Riyadl Nur Kholis Lc (7 Kajian)
AUDIO Teladan Sahabat Dalam Ilmu dan Amal Ust Abdullah Taslim MA, Sragen 09-11-11
Salah satu keistimewaan terbesar yang terdapat pada manhaj salaf adalah bahwa manhaj ini dibangun di atas ilmu (pemahaman) agama yang benar, dan pengamalan yang baik. Seseorang yang benar-benar mengikuti manhaj ini, ia akan terbimbing dalam pemahaman agamanya, sehingga akan terhindar dari segala bentuk syubhat , sekaligus terbimbing dalam pengamalan ilmu tersebut sehingga terhindar dari segala bentuk syahwat (hawa nafsu).
Kita mengetahui, para ulama Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah dari kalangan at-Tabi’in yang menimba ilmu secara langsung dari para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, mereka tidak hanya mempelajari secara teori belaka, akan tetapi juga mempelajari cara mengamalkan dan mempraktekkan ilmu tersebut. Jika mencermati dengan seksama biografi para imam besar Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah, kita akan mengetahui, mereka tidak hanya disifati sebagai orang-orang yang mendalam ilmu agamanya saja, akan tetapi, mereka juga orang-orang yang menjadi teladan dalam ibadah dan amal shalih.
Bolehkah Seseorang Tidak Menghadiri Majelis Ilmu Karena Telah Tersedia Buku Agama dan Radio?
Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas berbagai kemudahan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kita dalam mempelajari agama dengan keberadaan majalah, buku terjemahan, VCD, dan radio. Pertanyaannya, apakah cukup dengan media-media tersebut sehingga tidak atau jarang menghadiri majelis ilmu?
Read the rest of this entry »
AUDIO Meraih Keutamaan Dzulhijjah Ust Abu Qotadah (Plus Khutbah Jumat), Sukoharjo 28 Oktober 2011
Di dalam perjalanan hidup di dunia ini, kita akan menjumpai hari-hari yang Allah Ta’ala berikan keutamaan di dalamnya, yaitu dengan dilipatgandakannya balasan amalan dengan pahala yang berlipat, tidak seperti hari-hari biasanya. Di antara hari-hari tersebut adalah sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah.
Perkataan Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ
“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” (QS. Al-Fajr: 1-2)
Imam al-Thabari dalam menafsirkan “وَلَيَالٍ عَشْرٍ” (Dan malam yang sepuluh), “Dia adalah malam-malam sepuluh Dzulhijjah berdasarkan kesepakatan hujjah dari ahli ta’wil (ahli tafsir).” (Jaami’ al Bayan fi Ta’wil al-Qur’an: 7/514)
Penafsiran ini dikuatkan oleh Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat ini, “Dan malam-malam yang sepuluh, maksudnya: Sepuluh Dzulhijjah sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid, dan lebih dari satu ulama salaf dan khalaf.” (Ibnu Katsir: 4/535)
Read the rest of this entry »
AUDIO Kaidah Penting Seputar Takfir Ust Muh Wasithoh Lc (6 Kajian)
Fitnah takfir (Bermudah-mudahan dalam mengafirkan) sesama muslim merupakan bahaya laten yang harus diwaspadai oleh semua pihak. Karena, cepat atau lambat ia akan menghancurkan masyarakat muslim, dari lingkup yang paling kecil (keluarga), hingga yang paling besar (Negara). Tak heran, bila terkadang kita dikejutkan oleh sebuah fenomena; ada seorang anak yang mengafirkan ayah dan ibunya. Mengafirkan adik, kakak dan saudara-saudaranya. Bahkan mengafirkan pemerintah dan masyarakatnya. Tak berhenti sampai di situ. Ternyata sikap bermudah-mudahan dalam mengafirkan sesama muslim itu berujung pada keyakinan halalnya darah-darah mereka.
AUDIO Kajian Bahasan Lengkap Fiqh Wudlu (Bulughul Maram) Ust Harits Budiatna, 11 Kajian
Wudhu merupakan salah satu amalan ibadah yang agung di dalam Islam. Secara bahasa, wudhu berasal dari kata Al-Wadha’ah, yang mempunyai arti kebersihan dan kecerahan. Sedangkan menurut istilah, wudhu adalah menggunakan air untuk anggota-anggota tubuh tertentu (yaitu wajah, dua tangan, kepala dan dua kaki) untuk menghilangkan hal-hal yang dapat menghalangi seseorang untuk melaksanakan shalat atau ibadah yang lain. Begitu penting dan agungnya perkara wudhu ini, sampai-sampai dikatakan bahwa tidak sah shalat seseorang tanpa berwudhu, maka sudah selayaknya bagi setiap muslim untuk menaruh perhatian yang besar terhadap permasalahan ini dengan berusaha memperbagus wudhunya yaitu dengan memperhatikan syarat, kewajiban serta sunnah-sunnah wudhu.
AUDIO Kajian Kaidah Amal Sholih Ust Abu Qotadah Salatiga-Solo 2-3 Oktober 2011
Amalan shalih terwujud dengan niat yang shalih, tapi niat yang baik tidak bisa menjadikan perkara mungkar menjadi baik atau perkara bid’ah jadi sunnah, betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tapi tidak mencapainya.
Niat berhubungan dengan keikhlasan. Ikhlas untuk Allah adalah syarat diterimanya amal, karena Allah tidak menerima amalan kecuali yang paling murni dan benar, yang paling murni adalah yang ditujukan hanya untuk Allah dan yang paling benar adalah yang sesuai dengan sunnah yang shahih.
Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguh-nya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS: An-Nahl: 97)
AUDIO Faidah Ilmu Syar’i Ust DR Ali Musri Semjan Putra MA, Jogja 10 Syawwal 1432
Ilmu yang wajib untuk kita pelajari dan kita dahulukan adalah ilmu syar’i. Ilmu inilah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala wajibkan atas anda. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
“Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim.” (Shahihul Jami’ 3913)
Adapun ilmu yang kita maksud adalah ilmu syar’i, yaitu ilmu yang diturunkan oleh Allah Ta’ala kepada Rasul-Nya berupa keterangan dan petunjuk. Maka, ilmu yang di dalamnya terkandung pujian dan sanjungan adalah ilmu wahyu, yaitu ilmu yang diturunkan oleh Allah saja.










