Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Jika kalian melihatnya (hilal bulan Romadhon) maka berpuasalah. Dan jika kalian melihatnya (hilal bulan Syawwal) maka berhari rayalah, akan tetapi jika ia (hilal) terhalang dari pandangan kalian maka kira-kirakanlah”, pada riwayat lain “maka sempurnakanlah bilangan bulan Sya’ban menjadi 30 hari.” (HR. Bukhori dan Muslim)
Kita layak mencermati pernyataan Menteri Agama RI, Muhammad Maftuh Basyuni sekitar tanggal 2 Agustus 2008 lalu. Ia menyatakan sudah semestinya pandangan masyarakat yang mempertentangkan hisab dan rukyah diakhiri, atau paling tidak opini yang mengesankan bahwa hisab di satu sisi dan rukyah di sisi lain yang seharusnya dicairkan, karena rukyah khususnya tidak bisa terlepas dari hisab dan hisab pun bagi sebagian besar masyarakat, terutama di Indonesia tidak bisa dijadikan pedoman mandiri, tetapi harus diperkuat oleh rukyah, khususnya untuk penetapan awal bulan Ramadhan dan Syawal serta Zulhijjah. Itulah sebabnya, menurut Menteri Muhammad Maftuh Basyuni, hasil kalkulasi hisab harus diverifikasi melalui rukyah guna memastikan apakah hilal benar-benar wujud atau tidak. Ajakan itu menurut saya perlu diapresiasi oleh semua pihak yang selama ini senantiasa berseteguh berkaitan metode apa yang digunakan ketika akan menetapkan awal bulan ibadah itu; hisab saja atau rukyah plus hisab. [www.bimasislam.depag.go.id]
1 Ramadhan 1431 H, ditentukan tgl 29 Sya’ban 1431 H. Nah, 29 Sya’ban itu kapan…? Harus tahu dulu 1 Sya’ban. Ternyata Hasil Rukyah di seluruh Dunia, semua sepakat bahwa 1 Sya’ban 1431 H jatuh pada 13 Juli 2010 (kecuali Pakistan dan Marokko), maka 29 Sya’ban 1431 H = 10 Agustus 2010 M. Berdasar sistem SNP5, maka Ijtimak jam 10:13 WIB. Lalu Sunset atau Matahari terbenam jam 17:54 WIB.
Muhammadiyah, puasa mulai Rabu 11 Agustus. Bila Pemerintah atau NU atau lainnya pada Kamis, 12 Agustus; akan ada beda satu hari. Meskipun terjadi dua perbedaan pendapat tersebut di atas, maka untuk keseragaman dan demi persatuan ummat Islam di Indonesia, jatuhnya awal Ramadhan 1431 H / 2010 M tinggal menunggu hasil keputusan sidang itsbat saja di Jakarta yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama yang memegang wewenang penuh dalam hal ini. Apapun Keputusannya maka kita tetap akan memulai puasa pada tahun 2010 ini tepat tanggal 1 RAMADHAN 1431 H. [www.pakarfisika.wordpress.com]
INSYAALLOH pengumuman sidang itsbat Departemen Agama akan disiarkan langsung melalui Radio SuaraQuran.
Jadwal Sholat Romadlon Solo Raya










