Ayo ikut serta bersedekah dalam program wakaf tanah Ponpes Al Ukhuwah Sukoharjo Jawa Tengah...Selagi masih ada kesempatan... ✅ Luas tanah keseluruhan : 1.790 m2 ✅ Harga per meter : Rp 531.000,- ✅ Harga tanah keseluruhan : Rp 950.000.000,- ✅ Donasi yang sudah terkumpul per Agustus 2018 = RP. 470.223.034,- ✅ Kekurangan dana : Rp 479.776.966,- Donasi wakaf bisa disalurkan dengan cara: A. Datang langsung ke kantor Ponpes Al Ukhuwah Mranggen RT 3/RW III, Kel. Joho, Kec./Kab. Sukoharjo, Jateng.. B. Melalui rekening : 1. BNI Cab. Slamet Riyadi, Solo No. Rek. : 0388645801 a.n. Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo 2. BANK MUAMALAT : 7560.10.0123456789 Kode Bank 147., Virtual Account Muamalat a.n. WAKAF AL UKHUWAH Setelah kirim, mhn konfirmasi via SMS/WA ke no HP bendahara Ponpes 0851 0008 3665 (Agus Setiono) dengan format : Wakaf/Nama/Alamat/Jumlah/Rekening Contoh: Wakaf/Abdulloh/Papua/Rp 1.000.000,-/BSM Selamat berpanen raya pahala ratusan tahun insyaAllah, meskipun umur Anda hanya puluhan tahun!

TUMBAL DAN SESAJEN DALAM PANDANGAN ISLAM

TUMBAL DAN SESAJEN DALAM PANDANGAN ISLAM

 

Ritual mempersembahkan tumbal atau sesajen kepada makhuk halus atau jin yang dianggap sebagai penunggu atau penguasa tempat keramat tertentu adalah kebiasaan syirik yaitu menyekutukan Allah ta’ala dengan makhluk yang sudah berlangsung turun-temurun di masyarakat kita. Mereka meyakini makhluk halus tersebut memiliki kemampuan untuk memberikan kebaikan atau menimpakan malapetaka kepada siapa saja, sehingga dengan mempersembahkan tumbal atau sesajen mereka berharap dapat meredam kemarahan makhluk halus itu dan agar segala permohonan mereka dipenuhinya.

Kebiasaan ini sudah ada sejak zaman jahiliyah sebelum Allah Ta’ala mengutus Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menegakkan tauhid dan memerangi kesyirikan dengan segala bentuknya. Allah Ta’ala berfirman: Read more about TUMBAL DAN SESAJEN DALAM PANDANGAN ISLAM

Agar Bencana Tidak Menimpa Kita

Bencana yang Allah timpakan ke negeri kita seakan tiada hentinya. Koran, televisi, radio, jejaring sosial, serta media masa lainnya tak lelah memberitakan bencana yang tengah menimpa saudara kita. Banyak orang beranggapan, bahwa bencana yang silih berganti menerpa negeri ini, murni kejadian alam semata. Namun, mereka lupa, atau pura-pura lupa; siapakah yang telah memerintahkan angin bertiup, sehingga ia membawa awan penyebab hujan pembawa banjir dan tanah longsor. Mereka lupa; siapakah yang mengatur pergerakan lempeng bumi penyebab gempa; siapakah yang mengatur tekanan perut bumi penyebab bencana vulkanik. Ya, Dialah Allah, Penguasa alam semesta. Semua musibah datangnya dari Allah. Allah berfirman:

(( مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ ))

“Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang, kecuali denga izin Allah.”  [QS. At Taghabun: 11] Read more about Agar Bencana Tidak Menimpa Kita

ADAB PENUNTUT ILMU BAGI DIRI SENDIRI

Betapa sangat butuhnya seorang penuntut ilmu kepada adab dalam perjalanannya menimba ilmu, karena dengan adablah seseorang akan sukses dan berhasil memperoleh ilmu yang berkah.

 

Al imam Ibnu qoyyim Al Jauziyah berkata : “Adab seseorang merupakan alamat kebahagiaan dan kesuksesannya. Dan sedikitnya adab adalah alamat kesengsaraan dan kebinasaannya , maka tidaklah kebaikan dunia dan akhirat itu diperoleh seperti dengan cara adab, dan tidaklah sebab terhalangnya kebaikan dunia dan akhirat semisal dengan sebab sedikitnya adab. ( Madarijus Salikin : 2/368).

Read more about ADAB PENUNTUT ILMU BAGI DIRI SENDIRI

KEBERSIHAN DALAM ISLAM

KEBERSIHAN DALAM ISLAM

Agama Islam adalah agama yang paling peduli dengan kebersihan, banyak sekali perintah dan anjuran dalam syariat Islam yang mengarahkan agar kita cinta kebersihan dan kesucian, diantaranya adalah firman Allah :

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesunguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” [Q.S. Al-Baqarah : 222]

Juga terdapat dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

Read more about KEBERSIHAN DALAM ISLAM

Fikih Ramadhan

Saudaraku para pembaca yang budiman, sesungguhnya kita semua tengah menyambut tamu yang agung, tamu yang mulia, yang tidak datang kepada kita, kecuali satu kali saja dalam setahun. Tamu tersebut adalah Bulan Ramadhan. Bulan kebaikan, keberkahan, yang Allah lebihkan dari bulan-bulan yang lain, bulan yang di dalamnya diturunkan Al Quran dan bulan yang di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Maka, hendaknya bagi setiap muslim untuk berlomba-lomba memperbanyak amal shalih demi mendapat keutamaan bulan tersebut dan menjauhi kemaksiatan-kemaksiatan, sehingga tidak termasuk orang yang merugi. Oleh karenanya, pada edisi kali ini –dengan izin dari Allah– Penulis akan sedikit membahas tentang: Fikih Ramadhan. Read more about Fikih Ramadhan