You are currently viewing Lelah Mencari Nafkah, Jangan Lelah Mendidik Anak

Lelah Mencari Nafkah, Jangan Lelah Mendidik Anak

Ustadz Dr. Hanif Beni Setyawan, MH حفظه الله

Sebagai seorang kepala keluarga atau orang tua, seharian bekerja mencari nafkah tentu menguras fisik dan pikiran. Rasa lelah, lesu, dan ingin segera beristirahat adalah hal yang sangat manusiawi saat tiba di rumah.

Namun, ada satu amanah besar yang sering kali terabaikan saat rasa lelah itu datang: mendidik dan mendampingi anak-anak.

Nafkah Materi Penting, Tapi Nafkah Jiwa Tak Kalah Utama

Banyak orang tua merasa sudah menjalankan tugasnya dengan sempurna hanya karena berhasil mencukupi kebutuhan fisik anak—seperti makanan, pakaian, mainan, hingga biaya sekolah yang mahal.

Padahal, anak tidak hanya butuh nafkah materi, tetapi juga nafkah jiwa. Kehadiran orang tua, perhatian, canda tawa, serta bimbingan moral dan agama adalah kebutuhan dasar anak yang tidak bisa digantikan dengan uang.

Mengapa Orang Tua Tidak Boleh Lelah Mendidik?

Mendidik anak adalah investasi jangka panjang, baik untuk kehidupan di dunia maupun di akhirat kelak:

  • Anak Adalah Tabungan Akhirat: Anak yang saleh dan salehah adalah salah satu amalan yang pahalanya terus mengalir bahkan setelah kita meninggal dunia.
  • Amanah yang Akan Dipertanggungjawabkan: Di hadapan Allah kelak, setiap orang tua akan ditanya tentang bagaimana mereka memimpin dan mendidik keluarganya.
  • Zaman yang Penuh Tantangan: Jika orang tua tidak mengambil peran untuk mendidik dan merangkul anak, maka lingkungan luar atau media sosial yang akan “mendidik” mereka—dan sering kali ke arah yang salah.

Tips Menyikapi Lelah Agar Tetap Bisa Mendampingi Anak

Menghilangkan rasa lelah memang sulit, tetapi kita bisa mengelolanya agar tidak melampiaskan kekesalan atau mengabaikan anak saat pulang ke rumah:

  • Niatkan Lelah sebagai Ibadah: Ingatlah bahwa setiap tetes keringat saat bekerja dan setiap detik waktu yang diluangkan untuk anak bernilai pahala di sisi Allah.
  • Luangkan Quality Time Meski Singkat: Tidak harus berjam-jam. Luangkan waktu 15–30 menit tanpa gangguan HP untuk mendengarkan cerita anak, mengaji bersama, atau sekadar memeluk mereka.
  • Jadikan Rumah Tempat yang Hangat: Sambut anak dengan senyuman dan sapaan lembut. Tunjukkan bahwa meski lelah, kehadiran mereka adalah pelipur lara bagi orang tua.
  • Berdoa dan Memohon Kekuatan: Selalu berdoa kepada Allah agar diberikan kesabaran, kelembutan hati, dan kekuatan dalam mengemban amanah mendidik anak.

Kesimpulan

Rasa lelah mencari nafkah akan hilang seiring waktu dan istirahat. Namun, hasil dari penanaman akhlak dan pendidikan yang kita berikan kepada anak akan berbekas seumur hidup mereka. Jangan biarkan rasa lelah menutup pintu kasih sayang dan bimbingan kita untuk buah hati.